LAPANGAN
LAPEO PERTAMA KALI DIBUKA
Lapangan
sepak bola Lapeo yang sekarang ini kita kenal dengan nama Lapangan Garuda Lapeo
memiliki sejarah yang sangat penting bagi generasi muda Lapeo dan masyarakat
Tolaliko pada umumnya. Lapangan Lapeo pertama kali dibuka oleh masyarakat
Laliko sendiri seperti yang diceritakan dalam sebuah tulisan Bugis dengan
bahasa Mandar yang ditransfer kedalam tulisan
indonesia berikut ini :
“...........Babana
Binanga............”
Sajarana
Lita Lapeo
Diwattunna dibuka pagolang Lapeo,Pua Lete mapperoa tau mattabassi
rambu-rambu. Badian mappapia cindol tawaro napattoanang tau apa meloi maanna
pasar malam Balanda. Maradia Tomadio mangino siola Maradia Mapilli,siola toi
Pua ..... Makkamedi Maradia Tomadio meakambu arena. Semata maidi rupanna
panginoan,asari allo mappasilumba saeang,mua bongi pasar malami maroa. Polemi
Jawa maronggeng,Jawa kolonel.
Terjemahan
secara bebas bahasa Mandar di atas kurang lebih sebagai berikut :
“..................
Muara Sungai ...........”
Sejarah
Tanah Lapeo
Pada saat Lapangan Lapeo dibuka,Pua
Lete mengundang orang membersihkan rambu-rambu (jenis tumbuhan pagar). Badian
membuat cindol sagu untuk diminum orang yang bekerja (kerja bakti) karena
Belanda ingin mengadakan pasar malam. Maradia Tomadio bermain bersama Maradia
Mapilli, dan lainnya. Maradia Tomadio makkamedi (main sandiwara) dengan
penampilan perut gendut. Sering banyak macamnya permainan, jika sore hari ada
pacuan kuda, jika malam hari ramailah pasar malam,datanglah pula orang Jawa
bermain ronggeng,jawa kolonel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar