Sabtu, 11 April 2015

ASAL MULA LAPANGAN LAPEO

LAPANGAN LAPEO PERTAMA KALI DIBUKA
            Lapangan sepak bola Lapeo yang sekarang ini kita kenal dengan nama Lapangan Garuda Lapeo memiliki sejarah yang sangat penting bagi generasi muda Lapeo dan masyarakat Tolaliko pada umumnya. Lapangan Lapeo pertama kali dibuka oleh masyarakat Laliko sendiri seperti yang diceritakan dalam sebuah tulisan Bugis dengan bahasa Mandar yang ditransfer kedalam tulisan  indonesia berikut ini :
“...........Babana Binanga............”
Sajarana Lita Lapeo
Diwattunna dibuka pagolang Lapeo,Pua Lete mapperoa tau mattabassi rambu-rambu. Badian mappapia cindol tawaro napattoanang tau apa meloi maanna pasar malam Balanda. Maradia Tomadio mangino siola Maradia Mapilli,siola toi Pua ..... Makkamedi Maradia Tomadio meakambu arena. Semata maidi rupanna panginoan,asari allo mappasilumba saeang,mua bongi pasar malami maroa. Polemi Jawa maronggeng,Jawa kolonel.
Terjemahan secara bebas bahasa Mandar di atas kurang lebih sebagai berikut :
“.................. Muara Sungai ...........”
Sejarah Tanah Lapeo

            Pada saat Lapangan Lapeo dibuka,Pua Lete mengundang orang membersihkan rambu-rambu (jenis tumbuhan pagar). Badian membuat cindol sagu untuk diminum orang yang bekerja (kerja bakti) karena Belanda ingin mengadakan pasar malam. Maradia Tomadio bermain bersama Maradia Mapilli, dan lainnya. Maradia Tomadio makkamedi (main sandiwara) dengan penampilan perut gendut. Sering banyak macamnya permainan, jika sore hari ada pacuan kuda, jika malam hari ramailah pasar malam,datanglah pula orang Jawa bermain ronggeng,jawa kolonel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar